BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY
TUGAS PENGANTAR ILMU KOMPUTER (KAITAN ANTARA ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)
Puput Rizkiyah (I24080038)
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI RAMAH ANAK
Di era globalisasi ini, teknologi sangat berkembang dengan pesat, mungkin jauh lebih pesat darip pada pertambahaan umur kita. Seorang anak yang masih dalam PAUD mungkin pengetahuan TI nya sudah setara dengan anak usia SMP atau bahkan SMA, hal ini akan menjadi masalah dikemudian hari atau bahkan sekarang yang sudah banyak diperbincangkan. Sperti kita ketahui bersama pada usia PAUD 0-6 tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi dalam diri anak. Hal ini menjadi penting untuk dibahas dalam rangka mempersiapkan anak Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi sehingga perlu kontrol yang juga ekstra tinggi. Misalkan: jika kita telah mensetting komputer sedemikian rupa agar anak tidak terlalu jauh bermain di dunia maya, akan tetapi kecerdasaan anak lebih cepat meningkat dibandingkan dengan orang tua atau pengasuhnya.
Bukanlah suatu hal yang mudah ketika orangtua harus berjuang mendidik anak-anak mereka dizaman digital, sementara mereka tidak memperoleh pendidikan digial tersebut ketika mereka masih anak-anak. Kemudian, pengenalan teknologi informasi dan komunikasi kepada anak perlu juga didasari oleh teori perkembangan anak di usia 0-8 tahun – 0-2 tahun, usia pembinaan orang tua; 2-4 tahun, usia pra sekolah; 4-6 tahun, usia sekolah formal; dan 6-8 tahun, usia persiapan pendidikan dasar. Perkenalan mengenai teknologi informasi setiap kategori usia dini berbeda.
Pada akhirnya orangtua atau saiapapun yang menjadi pengasuh bagi generasi penerus bangsa harus harus bersedia terlibat untuk belajar teknologi informasi, agar dapat membantu anak-anak didik mereka bersiap menggunakaan teknologi informasi yang sesuai dengan usia mereka. Karena pada saat ini pemenuhaan teknologi informasi sudah menjadi perhatian di negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Hamadoun Touré, Sekretaris Jenderal ITU menyebutkan bahwa “ITU berkomitmen untuk menghubungkan dunia. Dan untuk mencapai tujuan ini, perangkat terjangkau harus dibuat tersedia bagi setiap orang di mana mereka berada untuk mengambil manfaat dengan mengakses pengetahuan informasi berbasis masyarakat (http://portal.unesco.or).
Perlu disadari bahwa melalui Online, banyak manfaat yang dapat diperoleh anak-anak: Peluang pendidikan; Keterampilan membaca; Komunikasi; Hiburan; Dan lain-lain.Namun, dengan hebatnya kemampuan Teknologi Informasi Komunikasi secara ‘Online’, sama seperti dengan industri cetak dan film; teknologi internet/online – anak-anak dapat menemukan beberapa hal yang tidak aman, konten yang berbahaya, dan kegiatan illegal di komunitas internet/online. Bahaya yang dimaksud antara lain: Distribusi pornografi; Seksual predator; Informasi yang salah dan pesan tersembunyi; Kehilangan privasi; Amoral; Pengembangan masa anak dari gangguan perilaku.
Untuk menyediakan TIK dalam PAUD yang ramah anak perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak. TIK yang digunakan perlu memperhatikan perkembangan anak. Selain itu pula TIK dalam PAUD memperhatikan waktu yang singkat (10-20 mnt (3thn), 40 mnt (8thn)), serta peralatan dan ruang yang cocok bagi anak.
Untuk menyediakan TIK dalam PAUD yang ramah anak, harus memenuhi delapan prinsip untuk menentukan kesesuaian aplikasi TIK yang akan digunakan. Delapan prinsip dimaksud adalah (1) Pastikan tujuan pendidikan; (2) Mendorong kolaborasi; (3) Mengintegrasikan dengan aspek-aspek lain dari kurikulum; (4) Anak harus berada dalam kontrol; (5) Pilih aplikasi yang transparan dan intuitif; (6) Hindari aplikasi yang mengandung kekerasan; (7) Sadar akan isu kesehatan dan keselamatan; dan terakhir (8) Pendidikan mendorong ketertiban orang tua.
sumber: Hamid Patilima